Tampilkan postingan dengan label Sepotong Hidupku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepotong Hidupku. Tampilkan semua postingan

Wasiat Seorang khotib jum'at

Posted by Mustopa Almurtaqi Makarima 0 komentar
Berikut ini merupakan salah satu wasiat dari seorang khotib jum'at, dia berwasiat kepada jama'ah menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa arab dan bahasa sunda. namun disini saya menerjemahkannya kepada bahasa indonesia. Isi khutbah itu kurang lebih seperti ini.

Jangan biarkan lidahmu selalu mengeluarkan kata-kata yang tidak seharusnya dikeluarkan, berkatalah dengan perkataan yang baik, jika tidak bisa, lebih baik diam saja. dengan diam lebih bisa menjamin engkau selamat. itulah tanda orang yang percaya kepada alloh dan hari akhir, yaitu orang yang selalu berbicara membicarakan kebaikan dan orang yang selalu diam karena menjaga lidahnya agar tidak mengucapkan hal-hal yang negatif

Menjaga lidah adalah merupakan salah satu hal yang wajib diperhatikan oleh seorang muslim, betapa pentingnya bagi kita untuk selalu menjaga lidah ini agar tidak sampai melukai orang lain, betapa pentingnya bagi kita untuk selalu menjaga lidah agar tidak sampai berdusta, betapa pentingnya bagi kita untuk selalu menetapi janji.

Baca Selengkapnya ....

Pertemukan aku dengannya dalam cinta-Mu

Posted by Mustopa Almurtaqi Makarima 0 komentar
Bismilahirrohmanirrohim

Matahari memancarkan sinarnya, ia berjalan di dipinggir jalan raya, sinarnya memancarkan begitu mempesona, menyilaukan mata, berjuta mata tertuju padanya, matahari pada cerita ini bukanlah matahari hakiki, bukan matahari yang selalu berada di atas langit sana. tapi matahari ini unik, dia selalu berjalan diatas bumi yang tajam. dia menjadi pusat pandangan kedua mata ini, dia selalu menjadi impianku, namun sayang siapakah namanya.? aku tak tahu, samasekali aku tidak tahu, dalam hati selalu bertanya-tanya siapakah namanya..?

Di bawah tariknya matahari, disaat udara cibiru menghembuskan panasnya, di pinggir lapang itu, aku berdiri menangkap pemandangan siang yang begitu menyejukan, pemandangan itu menyilaukan namun menenangkan. dua bola mata kecoklatan ini terpusat padanya, memandangi cara berjalannya, dia sangat mengasyikan, menyaksikan gaya bicaranya indah luar biasa, retorikanya menggairahkan jiwa. tatapan matanya memberi makna kewibawaan dirinya. kutelusuri langkah demi langkah, indahnya bukan main. dia lebih indah dari segala keindahan, keindahannya mengalahkan semua perhiasan, Cukuplah bagiku dia sebagai keindahan dunia ini.

Gadis muda itu selalu memancarkan wibawanya dalam kalbu, tak mampu aku menepis bayangannya yang selalu hadir di kelopak mataku. hati ini selalu membisikan pertanyaannya "siapa nama gadis itu..?", berulang kali namun selalu tak ada jawaban. Akhir-akhir ini kenapa hati selalu membujukku untuk segera mendekatinya dan menanyakan siapa namanya. Tapi, semua itu tak bisa aku penuhi karena rasa malu begitu cepat menguasai jiwaku.

Siapa gadis itu,? siang ini aku melihatnya lagi, dia sedang berjalan berdua bersama temannya. meski jilatan matahari terasa panas membakar tubuhku, namun hatiku selalu basah dan sejuk, perasaanku selalu tenang dan tentram apa bila dia selalu ada didepanku. kehadirannya menyejukan hatiku. owh tuhan tolonglah aku yang sedang jatuh cinta pada gadis itu... Yaa alloh sampaikanlah salamku padanya. maafkan aku yaa alloh, selama ini aku telah menduakan cinta. 

Yaa alloh apabila dia jodohku dekatkanlah dia padaku dan jangan sampai ada seorangpun yang menghalangi untuk sampainya cintaku padanya dan sampainya cintanya padaku. jika dia memang jodohku tolong pertemukan cintaku dengan cintanya dalam ridho-Mu. Apabila dia baik untuku dan untuk agamaku maka tolong satukanlah dia denganku dalam cinta-Mu. 

Yaa alloh tolonglah aku yang sedang dilanda cinta. semoga cinta ini dapat menguatkan cintaku pada-Mu. aku yakin engkau maha kuasa dan maha perkasa, semua cinta yang kurasakan ini adalah tanda kekuasaan-Mu, maka jadikanlah cinta ini sebagai super motivasi yang mampu membakar semangatku. yaa alloh tolonglah aku, kasih sayangilah aku, temani aku dalam perjalanan kehidupan ini, sebab aku takut, aku takut jauh dari-Mu.

Baca Selengkapnya ....

Perjalanan Cibiru

Posted by Mustopa Almurtaqi Makarima 0 komentar

Baca Selengkapnya ....

Biasakanlah biasakanlah dan biasakanlah maka engkau akan merasakannya

Posted by Mustopa Almurtaqi Makarima 0 komentar

Baca Selengkapnya ....

Bakti Kepada Guru Di pesantren

Posted by Mustopa Almurtaqi Makarima 0 komentar

Baca Selengkapnya ....
Cara Buat Email Di Google | Copyright of Aku Menulis Karena Alloh.